Bahagia Itu Tak Perlu Kamu Kejar, Tapi Dirawat Dengan Baik

- Words

Bahagia itu pada hakekatnya adalah rasa nikmat yang merasuk ke dalam jiwa kamu dan rasa syukur atas keadaan yang ada pada diri kamu saat ini juga merupakan nikmat kebahagiaan tersendiri.

SEMANGAT45.CO – Siapa yang tak ingin merasa bahagia dalam hidup ini? Tentunya semua orang menginginkannya. Sebagian besar orang menghabiskan banyak waktu demi mencari kebahagiaan dalam hidup.

Kalau kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyaknya orang yang merindukan kebahagiaan dalam hidupnya baik dari segi jasmani maupun rohani, namun kebahagiaan yang didambakan bukanlah hal yang mudah untuk didapat. Kita sering menemui orang-orang yang pusing dan nelangsa karena tidak punya uang, bahkan menghabiskan banyak waktu demi mencari uang agar dapat kebahagiaan dalam hidupnya.

Namun bersamaan dengan itu kita juga sering melihat orang yang menderita, stres dan was-was justru menimpa orang-orang yang kelebihan uang. Ada pula orang yang sempit dan nelangsa karena dia adalah orang kaya tapi tidak bahagia.

Rasa bahagia menjadi  tujuan semua manusia, kebahagiaan banyak ditempuh dengan cara mengumpulkan harta, jabatan,kekuasaan,popularitas,gelar dan aksesoris dunia lainnya. Padahal rasa bahagia itu  tidak dapat diukur dengan keberadaan harta, jabatan, gelar, kecantikan atau ketampanan dan sabagainya yang dimiliki seseorang.   Lantas mengapa setiap manusia mencari kebahagiaan kalau memang itu hanya memperdayai manusia?  Sangat aneh dan unik bukan ?   Seperti  halnya dengan fenomena fatamorgana,  orang yang tidak memahami hakekat kebahagiaan itu akan terjebak sebagaimana  halnya  mengejar bayangan air dalam fenomena fatamorgana. 

Di manakah Kebahagiaan?

Ada sebuah pernyataan seorang psikolog di salah satu tulisannya menyebutkan, jika kamu meletakkan kebahagiaan di luar diri kamu maka kamu tidak akan pernah merasa bahagia. Kamu tak memerlukan apa-apa untuk bahagia. Kebahagiaan ada dalam diri kamu sendiri, permasalahannya adalah kamu sering kali mencari keluar diri untuk menemukannya.

Alih-alih bahagia, kamu akan menderita. Pasalnya, obsesi mendapatkan kebahagiaan membuat seseorang mengabaikan hal atau emosi negatif yang diakibatkan.

"Rasa bahagia memang memiliki banyak manfaat. Tapi, emosi negatif juga demikian. Rasa takut bisa menjauhkan kita dari bahaya. Rasa malu juga memperbaiki perilaku negatif kita," ujar Pendiri Happiness Experts Company, Paul Krismer, mengutip South China Morning Post.

Krismer juga mengatakan, perasaan terlalu ingin bahagia berdampak buruk pada kerusakan mental yang signifikan. Menghindari emosi negatif dalam jangka waktu lama, lanjut dia, dapat memicu depresi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion pada 2018 lalu menemukan, upaya mencapai kebahagiaan yang dilakukan secara berlebih bisa menjadi bumerang bagi diri kamu sendiri. Upaya itu akan membawa rasa stres, frustasi, serta perasaan kecewa dalam jangka panjang.

Timothy Sharp dari The Happiness Institute mengatakan, emosi negatif seperti sedih, stres, dan marah adalah hal normal yang dialami banyak orang.

"Berpikir untuk tidak merasakan emosi negatif bukan cara terbaik untuk hidup. Faktanya, kita tak bisa bahagia sepanjang waktu," kata Sharp.

Lebih lanjut, Sharp mengatakan, ada beberapa faktor yang mengurangi kadar kebahagiaan seseorang. Sederet faktor itu di antaranya tidak realistis, materialistis, dan fokus pada individu. Sederet faktor ini 'merusak' kondisi mental kamu.
 

Selain itu, dengan memiliki kondisi mental yang baik, maka akan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat patut dilakukan. Misalnya saja seperti rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan tidur cukup.

"Kesehatan mental juga terkait dengan kesehatan fisik. Jadi, gaya hidup sehat menjadi dasar sebuah kebahagiaan. Kamu tidak bisa bahagia jika tidak menjaga diri sendiri," kata Krismer.

Pernah kepikiran nggak kalau bahagia itu sebenernya ada di hadapanmu, namun kamu tidak melihatnya karena terlalu sibuk untuk mengejar bayang – bayang kebahagiaan itu sendiri?

Jadi bahagia itu pada hakekatnya adalah rasa nikmat yang merasuk ke dalam jiwa kamu dan rasa syukur atas keadaan yang ada pada diri kamu saat ini juga merupakan nikmat kebahagiaan tersendiri.

Dengan memiliki kemampuan bersyukur berarti pula kamu akan dapat mengikat nikmat bahagia yang ada saat ini, serta dapat mengundang nikmat lainnya yang lebih besar yang belum ada sebelumnya. Namun jika kamu kurang bersyukur maka nikmat bahagia tersebut akan mudah lepas dari kehidupanmu. Jadi, kebahagiaan itu tidak perlu lagi dikejar, namun cukup dengan 'Merawat' kebahagiaan dengan cara bersyukur dengan apa yang ada saat ini.

You may also like

Bahagia Itu Tak Perlu Kamu Kejar, Tapi Dirawat Dengan Baik