Gamelan dan Orkestra Bersenandung Merdu Di Austria

Gamelan dan Orkestra Bersenandung Merdu Di Austria

- Musik
262

Konser Kolaborasi - Begegnungskonzert "Indonesia Meets Austria", sukses digelar di Minoritensaal, Kota Graz, Austria.

 

SEMANGAT45.CO - Konser Kolaborasi - Begegnungskonzert "Indonesia Meets Austria", sukses digelar di Minoritensaal, Kota Graz, Austria.

Konser diselenggarakan atas kerja sama KBRI/PTRI Wina, Universitas Seni Budaya Graz (Kunst Uni Graz), Mahasiswa dan Pemuda Indonesia di Graz, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kota Graz, dan pengusaha setempat.

Dua Dosen dari Institut Seni Yogyakarta yang datang atas kerja sama program ASEA-UNINET juga mendukung penampilan intsrumen Gamelan Jawa dan Bali serta instrumen musik klasik oleh mahasiswa Indonesia dan Austria di Universitas Seni Budaya Graz.

Perpaduan musik, tarian latar dan paduan suara memberikan sentuhan khas dalam gema musik tradisional dan klasik tersebut. Gamelan dari Indonesia telah diajarkan di universitas ini oleh pengajar asing yang belajar seni karawitan dan sinden di Institut Seni Indonesia Surakarta.

"Apresiasi yang tinggi saya sampaikan atas kolaborasi para mahasiswa Universitas Seni Budaya Graz. Penghargaan juga ditujukan terhadap kolaborasi kalangan akademik dan masyarakat Indonesia di Graz dengan KBRI/PTRI Wina,” ujar Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala seperti dilansir siaran pers KBRI Wina, Selasa (29/10/2019).

Kerja sama people to people tersebut melahirkan karya seni kontemporer beyond conventional sehingga perpaduan alunan musik Bengawan Solo karya Gesang dan Klavierkonzert d-moll K.V. 466 1.Satz karya W.A. Mozart dikemas secara apik dan menggema di gedung kesenian abad pertengahan di Graz.

Nyanyian Negeriku – medley lagu daerah Indonesia, karya aransemen Singgih Sanjaya, pengarah musik oleh I Nyoman Cau Arsana, dan konduktor Febri Karnanta terlihat memukau masyarakat kota Graz dan kota lainnya di Austria. 

“Promosi budaya Indonesia, dengan penampilan kolaborasi musik tradisional Indonesia dan orkestra klasik Austria telah menjadi simbol keeratan persahabatan masyarakat dan pemerintah Indonesia-Austria,” tambah Djumala.

Kegiatan tersebut merupakan puncak dari serangkaian kegiatan KBRI/PTRI Wina dalam pelaksanaan Diplomasi Ekonomi dan Budaya di Graz – ibukota Provinsi Styria, Austria pada25-26 Oktober 2019.
Dubes RI juga sempat memberikan kuliah umum di School of Business, Economic and Social Sciences, Universitas Graz dengan tema Economy and Culture as Tools of Diplomacy: The Case of Indonesia.

“Kedua sarana diplomasi ini dilakukan untuk mencapai kepentingan Indonesia melalui instrument TTI (Trade, Tourism, Investment). Selain itu, setiap penampilan budaya diarahkan untuk menampilkan seni budaya yang menggambarkan Indonesia yang moderat, toleran dan memiliki masyarakat multikultural,” imbuh Djumala.

Kegiatan di Graz kali ini diarahkan pula untuk melirik peluang kerja sama dengan KADIN (Wirtschaftkamer-WKO) Steiermark, Graz. KADIN Steiermark ini telah mengembangkan Pusat Bakat Internasional – the Competence Centre for Internationalisation (Internationalisierungscenter Steiermark GmbH - ICS) untuk mendukung pelaksanaan kerja sama riset dan pengembangan entrepreneurship/kewirausahaan dan pengembangan startup bagi peningkatan peranan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Provinsi Styria mempunyai 7.150 perusahaan (nilai ekspor US$24,75 miliar tahun 2018) dan termasuk 3 wilayah inovatif di Uni Eropa. Provinsi Styria telah memenangkan penghargaan dalam mengembangkan Best Project on Education and Training Center di Rio De Janeiro, Brazil tahun 2019. 

Related Posts

You may also like

Gamelan dan Orkestra Bersenandung Merdu Di Austria