Grojogan Watu Purbo Sebagai Wisata Alternatif Saat Ke Yogyakarta

- Jalan-jalan

Yogyakarta adalah kota yang penuh dengan sejarah, banyak peninggalan budaya dan seni yang bisa kamu kunjungi selama di Yogyakarta. Selain menikmati situs sejarah kamu juga bisa menikmati tempat wisata yang saat ini sedang naik daun yaitu Grojogan Watu Purbo, lokasinya terletak di Dusun Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

SEMANGAT45.CO – Yogyakarta adalah kota yang penuh dengan sejarah, banyak peninggalan budaya dan seni yang bisa kamu kunjungi selama di Yogyakarta, diantaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta dan lainnya. Selain itu banyak juga objek wisata alam yang  indah bisa kamu nikmati salah satunya yang sedang naik daun saat ini yaitu Grojogan Watu Purbo, lokasinya terletak di Dusun Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Asal mula dinamai Grojogan Watu Purbo karena di sekitarnya banyak bebatuan besar menjulang. Watu purbo berarti batu purba. Tak diketahui dari mana asalnya batu-batu raksasa tersebut. Namun warga sekitar meyakini kalau usianya memang sudah tua. Batu-batu tersebut menambah keindahan dari wisata ini, selain itu kamu juga dapat menikmati pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu.

Destinasi yang masih terhitung baru ini sebenarnya adalah aliran sungai Kali Krasak yang berhulu di Gunung Merapi. Aliranya terbentuk dari 6 buah sabo dam yang tersusun bertingkat dengan ketinggian 3 sampai 7 meter sehingga tercipta air terjun atau dalam bahasa Jawa disebut grojogan. 

Grojogan Watu Purbo adalah destinasi wisata yang sudah ada sejak lama, namun baru jadi buah bibir beberapa bulan belakangan. Air terjun ini ramai dibicarakan sebagai objek wisata Instagramable sejak tahun 2019 lalu.

Dengan teraseringnya yang difungsikan sebagai sabo, dan ini menjadi sebuah sistem pengaturan aliran lahar. Sabo tersebut merupakan langkah antisipasi jika Gunung Merapi meletus dan menyebabkan banjir lahar.

Grojogan Watu Purbo punya banyak spot cantik untuk berfoto. Kamu mau selfie dengan latar Instagramable sah-sah saja. Latihan fotografi slow speed juga boleh. Tempat ini juga populer sebagai lokasi foto pre-wedding.

Tak hanya penggila selfie dan fotografi yang sering mampir di Grojogan Watu Purbo. Para pesepeda juga sering singgah untuk sekadar mengistirahatkan kaki sambil menikmati pemandangan yang indah.

Aliran air di Grojogan Watu Purbo tidak terlalu deras sehingga relatif aman untuk berwisata. Setiap undakan pada air terjun dilengkapi tangga. Pengunjung bisa menggunakannya untuk mencapai setiap tingkat.

Grojogan terlihat paling indah saat debit air sedang tinggi. Saat musim kemarau, airnya surut. Jadi pilihlah waktu yang tepat jika ingin mengunjungi dan mengabadikan kecantikannya.

Untuk masuk ke lokasi, pengelola yang merupakan kelompok sadar wisata setempat memberlakukan retribusi masuk untuk motor Rp 5 ribu, mobil Rp 10 ribu, bus Rp 20 ribu dan sepeda Rp 2 ribu.

You may also like

Grojogan Watu Purbo Sebagai Wisata Alternatif Saat Ke Yogyakarta