Hati-hati Jangan Terlalu Banyak Minum Kopi, Jantung Bisa Berdetak Lebih Cepat

- Umum

Masih banyak dampak-dampak lainnya jika anda berlebihan mengkonsumsi kopi, seperti kerusakaan otot dan darah tinggi.

SEMANGAT45.CO - Saat ini kopi menjadi minuman yang digemari oleh berbagai kalangan,  dari anak muda hingga orang tua. Kebanyakan mereka memiliki alasan yang sama, yakni dengan minum kopi mereka merasa suasana hati lebih tenang. Ini bisa jadi benar, pasalnya di dalam kopi mengandung kafein.

Namun, ini harus menjadi perhatian, tidak semua orang bisa menikmati kopi, karena ada seorang yang merasa terganggu kesehatannya saat menikmati kopi. Apalagi mengkonsumi kopi secara berlebihan ini bisa  menggangu kesehatan tubuh.

Hal ini bisa terjadi karena tidak semua orang bisa melawan efek samping dari kopi itu.  Ada Beberapa orang bisa mengonsumsi kopi sebanyak mungkin tanpa mengalami efek samping, beberapa orang lainnya tidak. Ini terjadi karena tingkat toleransi tubuh terhadap efek samping kopi masing-masing orang berbeda.

Dalam penelitian menjelaskan bahwa sifat stimulan pada kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Konsumsi terlalu banyak kopi juga akan menimbulkan perasaan cemas dan masih banyak lagi. Seperti dikutip Healthline yang  dilansir CNNIndonesia  ada beberapa dampak jika kita menikmati kopi secara berlebihan. 

1. Membuat Cemas

Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan yang dapat berujung pada kecemasan dan rasa gelisah. American Psychiatric Association mencantumkan 'gangguan kecemasan yang disebabkan oleh kafein' dalam panduan diagnostik gangguan mental.

Asupan harian sebanyak 1.000 miligram atau lebih dilaporkan dapat menimbulkan kegugupan, gelisah, napas pendek, dan peningkatan tingkat stres.

Namun, sebagai informasi, kandungan kafein dalam setiap kopi sangat bervariasi. Sebagai referensi, kopi besar (grande) di salah satu gerai kopi ternama mengandung sekitar 330 miligram kafein.

2. Masalah pencernaan

Efek pencahar kopi memancing pelepasan gastrin. Nama terakhir merupakan hormon yang diproduksi lambung yang mempercepat aktivitas di usus besar.

Selain itu, kafein juga diketahui dapat merangsang gerakan usus dengan meningkatkan gerakan peristaltik. Kondisi ini dapat menimbulkan buang air besar atau diare pada beberapa orang. Tak hanya itu, kopi juga dapat memperburuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada beberapa orang.

3. Kerusakan otot

Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius di mana serat otot yang rusak memasuki aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal dan masalah kesehatan lainnya. Penyebab umum rhabdomyolysis di antaranya trauma, infeksi, penyalahgunaan obat, ketegangan otot, dan gigitan ular atau serangga beracun.

Namun, beberapa laporan mengaitkan asupan kopi berlebih dengan rhabdomyolysis. Dalam sebuah kasus, seseorang akan mengalami mual, muntah, dan urine berwarna gelap setelah meminum 1 liter kopi yang mengandung sekitar 565 miligram kafein.

4. Tekanan darah tinggi

Kopi telah terbukti meningkatkan tekanan darah karena efek stimulan pada sistem saraf yang dimilikinya. Tekanan darah yang meningkat merupakan faktor risiko utama serangan jantung dan stroke.

Namun, efek kafein pada tekanan darah disebut hanya bersifat sementara. Dampak ini juga umumnya terjadi pada mereka yang tidak terbiasa minum kopi.

5. Detak jantung cepat

Efek stimulan dari asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat. Selain itu juga dapat menyebabkan irama detak jantung yang berubah-ubah atau yang dikenal dengan istilah fibrilasi atrium.

Namun, perlu diketahui, efek samping ini tak terjadi pada semua orang. Beberapa orang dengan masalah jantung bahkan dapat mentolerir kafein tanpa efek samping.

Sebuah studi terhadap 51 pasien gagal jantung yang mengonsumsi 100 miligram kafein per jam selama lima jam menemukan detak dan ritme jantung yang normal.

6. Sering buang air kecil

Meningkatkan intensitas buang air kecil menjadi salah satu efek samping asupan kopi berlebih. Hal ini disebabkan oleh efek stimulan kafein pada kandung kemih. Sebagian besar penelitian menemukan, efek ini lebih sering terjadi pada orang tua dan mereka yang memiliki kandung kemih yang terlalu aktif atau inkontinensia.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati. Asupan tinggi kafein juga dapat memicu munculnya inkontinensia pada orang dengan kandung kemih yang sehat. Untuk menghindari beberapa dampak kebanyakan minum kopi, minum lah sesuai batas. Mengutip Mayo Clinic, para peneliti sepakat, asupan kafein sebanyak 400 miligram dalam sehari cukup aman untuk kebanyakan orang dewasa. Angka itu setara dengan empat cangkir kopi.

You may also like

Hati-hati Jangan Terlalu Banyak Minum Kopi, Jantung Bisa Berdetak Lebih Cepat