Hati-hati, Membentak Anak Bisa Menyebabkan Perubahan Cara Kerja Otaknya

Hati-hati, Membentak Anak Bisa Menyebabkan Perubahan Cara Kerja Otaknya

- Inspirasi
181

Membentak anak ataupun berteriak merupakan hal spontan yang biasa dilakukan orangtua untuk menunjukkan superioritasnya dan untuk menarik perhatian anak agar memperhatikan dan mendengarkan ucapannya.

 

SEMANGAT45.CO – Sebagian orangtua mungkin mampu meredam amarah dan tidak melakukan tindakan kekerasan pada putra-putrinya yang dianggap melakukan kesalahan atau bertindak nakal. Namun, sedikit sekali orangtua yang mampu menahan suaranya dan tidak membentak anak untuk menunjukkan kekesalannya.

Membentak anak ataupun berteriak merupakan hal spontan yang biasa dilakukan orangtua untuk menunjukkan superioritasnya dan untuk menarik perhatian anak agar memperhatikan dan mendengarkan ucapannya.

Padahal, cara pendisiplinan seperti ini dapat mengubah cara kerja otak mereka. Dimana cara kerjanya berbanding terbalik ketika mereka tenang.

Otak sang anak melepaskan biokimia yang mengatakan untuk 'melawan, lari, atau diam'. Mereka (anak-anak) bisa saja memukul orangtuanya. Mereka bisa saja lari. Atau mereka terdiam. Hal seperti itu tidak ada yang bagus untuk pembentukan otak," kata Dr. Laura Markham, pemilik Aha! Parenting dan penulis Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting.

Apabila tindakan seperti ini terjadi berulang kali, perilaku seperti ini akan mendarah daging.

Secara tidak langsung, orang tua yang suka membentak anak juga mengajarkan anak mereka untuk melakukan hal yang sama.

Orangtua yang terus menerus berteriak di rumah membuat perilaku tersebut normal untuk anak-anak dan mereka akan beradaptasi dengan hal itu". Di sisi lain, membentak anak juga membuat mereka lebih agresif, baik secara fisik maupun verbal.

Membentak disertai penolakan dan penghinaan verbal dapat dianggap sebagai pelecehan emosional dan telah terbukti memiliki efek jangka panjang.

Dampak jangka panjang membentak anak diantaranya adalah :

  1. Anak akan menjadi minder dan takut mencoba hal-hal baru.
  2. Si kecil tumbuh menjadi pribadi yang peragu dan tidak percaya diri
  3. Anak akan memiliki sifat pemarah dan egois
  4. Anak cenderung memiliki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat orangtua.
  5. Ia akan memiliki pribadi yang tertutup
  6. Anak cenderung apatis, dan tidak peduli terhadap lingkungan
Mulai sekarang, yuk kita berusaha memberikan yang terbaik pada buah hati dengan mengurangi bentakan dan menggantinya dengan pelukan dan kasih sayang.

You may also like

Hati-hati, Membentak Anak Bisa Menyebabkan Perubahan Cara Kerja Otaknya