Hidangan Kaledo Adalah Kuliner Khas Di Sulawesi Tengah.

- Kuliner

Kaki Lembu Donggala atau yang lebih dikenal dengan nama Kaledo ini adalah makanan khas masyarakat Donggala yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu. Makanan ini mirip dengan sup buntut, bedanya tulangnya dari kaki lembu dan disajikan bukan dengan nasi melainkan dengan ubi. Tulangnya itu sendiri adalah ruas tulang lutut yang masih penuh dengan sum-sum. Ada juga yang mengatakan, bahwa Kaledo berasal dari Bahasa Kaili, bahasa penduduk Palu. Ka artinya Keras, dan Ledo artinya Tidak, sehingga dapat diartikan "tidak keras".

SEMANGAT45.CO - Kaki Lembu Donggala atau yang lebih dikenal dengan nama Kaledo ini adalah makanan khas masyarakat Donggala yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu. Makanan ini mirip dengan sup buntut, bedanya tulangnya dari kaki lembu dan disajikan bukan dengan nasi melainkan dengan ubi. Tulangnya itu sendiri adalah ruas tulang lutut yang masih penuh dengan sum-sum. Ada juga yang mengatakan, bahwa Kaledo berasal dari Bahasa Kaili, bahasa penduduk Palu. Ka artinya Keras, dan Ledo artinya Tidak, sehingga dapat diartikan "tidak keras".

Hidangan Kaledo atau "kaki lembu Donggola", menjadi salah satu makanan yang harus dicoba ketika anda melancong ke Palu. Ini adalah kuliner khas di Sulawsi Tengah.

Saat hidangan ada di meja kita, terpaparlah pemandangan "indah" itu. Kaki lembu rebus yang disiram kuah bening tersaji dalam mangkuk. Begitu diletakkan, seketika harum kaldu dari tulang lembu menyeruak ke indera penciuman. Sungguh sajian kuliner yang menggoda.

Sepintas penampilan dan rasa hidangan tersebut mirip dengan sop sum-sum. Bedanya daging lembunya tidak dibumbui apa pun. Kuahnya lebih bening dan rasanya lebih sederhana.

Lalu ada sampuran bawang, garam dan jeruk nipis membuat kuahnya terasa segar dan nikmat. Jika anda merasa kurang asin atau asam, di atas meja tersedia garam dan potongan jeruk nipis. Tak lupa semangkuk cabai ikut melengkapi bagai melambai-lambai naluri pedas anda.

Ada satu lagi yang membuat masakan ini menjadi berbeda dengan sop sum-sum, yakni kaledo dinikmati dengan singkong rebus. Tak biasa, bukan? Singkong itu direbus hingga empuk tanpa bumbu apa pun.

Mungkin bagi pelancong yang tidak mengonsumsi singkong sebagai makanan pokok akan terasa aneh. Namun setelah dicicipi singkong tawar itu terasa pas dengan kuah dan daging lembu. Jika tidak suka singkong jangan khawatir, rumah makan biasanya menyediakan nasi sebagai pilihan.

Kalau daging sudah habis dilahap, jangan buru-buru anda tinggalkan. Masih ada sum-sum yang bisa dinikmat di dalam tulang kaki tersebut.

Untuk satu porsi kaledo dibanderol dengan tarif Rp65 ribu. Salah satu pekerja di rumah makan tersebut, Ulfa Yanti, mengatakan rumah makan itu memasak 10 kaki lembu setiap harinya. "Orang-orang banyak datang ke sini untuk makan siang, kalau sudah sore sudah sedikit," kata dia.

Tiap daerah punya kuliner khas. Dan kaledo identik dengan Kota Palu.

Berita Terkait

You may also like

Hidangan Kaledo Adalah Kuliner Khas Di Sulawesi Tengah.