Inspirasi Ciamik dari Cepatnya dan Terintegrasinya Kartu Kereta di Jepang

Inspirasi Ciamik dari Cepatnya dan Terintegrasinya Kartu Kereta di Jepang

- Inspirasi
253

Sistem itu ditanam dalam chip yang memiliki kemampuan membaca kartu atau IC Card hanya 0,1 detik, sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan kecepatan bertransaksi.

 

SEMANGAT 45.CO - Derap langkah ribuan calon penumpang menghentak lantai Stasiun Shinjuku, salah satu stasiun tersibuk di dunia yang mempertemukan hampir seluruh jaringan kereta di kota Tokyo dan sekitarnya.

Ditariknya langkah itu cepat-cepat agar segera menggapai badan kereta yang melesat bagai peluru ke tempat tujuan para salaryman itu bekerja.

Tidak ada waktu bagi mereka untuk berlama-lama bahkan barang sedetik untuk menempelkan kartu pembayaran di gate yang akan mereka masuki. Para calon penumpang melakukannya sambil berlari bahkan tanpa mengeluarkannya dari dompet atau langsung dari ponsel pintar mereka.

Kebutuhan akan kecepatan sensor kartu kereta di Jepang menjadi inspirasi Sony untuk mengembangkan sistem yang bernama FeliCa pada 2001.

Sistem itu ditanam dalam chip yang memiliki kemampuan membaca kartu atau IC Card hanya 0,1 detik, sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan kecepatan bertransaksi.

Kartu pertama yang dikembangkan, yakni Suica di mana pada saat itu digunakan untuk pembayaran tiket kereta yang dioperasikan oleh Japan National Railways yang saat ini sudah bertransformasi menjadi perusahaan swasta Japan Railways (JR) yang dikenal mengoperasikan lintas JR Lines.

Kemudian pada 2003 dan 2004, dilakukan persiapan integrasi penggunaan kartu Suica, bukan hanya di JR Lines, melainkan juga di lintas kereta dengan beda operator.

Seiring waktu, operator lain pun ingin memiliki kartu dengan sistem yang serupa, sehingga pada 2007, salah satu operator besar Tokyo Metro juga membuat kartu dengan nama Pasmo.

Leader South-East Asia Business Development Department FeliCa Business Division Sony Yosuke Kobayashi menyebutkan saat ini pihaknya sudah menciptakan sistem untuk 100 juta kartu dari 10 merk dan saling terintegrasi antara 142 operator transportasi, baik kereta maupun bus di seluruh wilayah Jepang.

Nama kartu-kartu tersebut, di antaranya Suica, Pasmo, Kitaca (wilayah Hokkaido dan sekitarya), Icoca (wilayah Kansai dan sekitarnya), Taica dan lainnya, bahkan Sony FeliCa juga mengembangkan kartu untuk MTR Hong Kong, yakni Octopus.

“Sebelumnya kartu ini tidak terintegrasi, jadi apabila saya pergi ke Hokkaido, saya harus membeli Kitaca, tapi saat ini semuanya sudah terintegrasi. Jadi, meski saya pergi ke manapun masih bisa menggunakan Suica yang saya punya,” kata Kobayashi.

Sistem FeliCa terus dikembangkan sebagai sistem yang multiplatform, tidak hanya di dalam kartu, tetapi juga di ponsel pintar (smart phone) dan jam tangan pintar (smart watch).

Penggunaannya pun tidak terbatas pada pembayaran tiket kereta (52 operator dan 4.275 stasiun) atau bus (96 operator dan 21.450 terminal), tetapi juga untuk membeli minuman di vending machine, pembayaran di convenient store, taksi, parkir, loker, dan pembelian retail (320.000 toko).

You may also like

Inspirasi Ciamik dari Cepatnya dan Terintegrasinya Kartu Kereta di Jepang