Kemendikbud Menyandingkan Pembelajaran Berbasis Teknologi dengan Konsep Student Center

Kemendikbud Menyandingkan Pembelajaran Berbasis Teknologi dengan Konsep Student Center

- Torehan Anak Bangsa
177

'Kita harus berinovasi memilih teknologi yang sesuai dengan pembelajaran. Yang tadinya guru memerintah (teacher center), sekarang student center pembelajaran (lebih) konstruktif untuk mendapatkan feed back dari anak sehingga kita bisa memperoleh pengetahuan juga dari anak didik,' kata Plt Pusdatin Kemendikbud, Gogot.

 

SEMANGAT45.CO - Mendapatkan informasi semakin mudah di era teknologi seperti saat ini, termasuk tentang materi di sekolah bagi guru dan siswa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya menyesuaikan metode pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman, diantaranya dengan  pemanfaatan teknologi informasi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gogot Suharwoto mengatakan peserta didik harus diberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kompetensinya.

“Kita harus berinovasi memilih teknologi yang sesuai dengan pembelajaran. Yang tadinya guru memerintah (teacher center), sekarang student center pembelajaran (lebih) konstruktif untuk mendapatkan feed back dari anak sehingga kita bisa memperoleh pengetahuan juga dari anak didik,” kata Plt Pusdatin Kemendikbud, Gogot saat membuka Indonesia Edutech Expo 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Indonesia Edutech Expo 2020 diselenggarakan pada Kamis s.d Minggu (6 s.d 9 Februari 2020). Acara tersebut digelar sebagai upaya untuk memperluas wawasan masyarakat di dunia pendidikan, terutama terkait perkembangan teknologi.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Ilham Habibie sebagai keynote speaker dan beberapa pakar yang kompeten di bidang teknologi informasi.

Ilham Habibie memberikan analisanya terkait tren pembelajaran yang akan terus dipengaruhi oleh teknologi informasi. Ia berkeyakinan, metode yang sesuai dengan perkembangan teknologi akan menarik minat siswa dalam proses pembelajaran.

“Tren belajar ke depan adalah teknologi dijadikan alat untuk meng-encourage siswa sehingga muncul motivasi dan semangat belajarnya,” ujar Ilham yang merupakan anak dari Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

Lebih lanjut ia mengatakan, kurikulum yang sukses adalah metode pembelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan project base learning. Di sini, guru tidak hanya sebagai penyedia, namun juga membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

“Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar terapan dan diskusi dengan sesama siswa. Metode belajar yang mengedepankan relevansi antara aspek teori dan praktek akan lebih melekat,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan dari Microsoft, Benny Kusuma memberikan paparan tentang “Teknologi dalam Dunia Pendidikan” menambahkan, metode pembelajaran yang menarik, akan menambah alasan anak-anak datang ke sekolah.

“Jangan buat teknologi jika membuat anak-anak tidak semangat belajar karena hasil akhir pembelajaran adalah buat anak-anak itu sendiri,” pesan Benny.

Related Posts

You may also like

Kemendikbud Menyandingkan Pembelajaran Berbasis Teknologi dengan Konsep Student Center