Keseruan Tradisi Lempar Uang Di Bali

Keseruan Tradisi Lempar Uang Di Bali

- Torehan Anak Bangsa
1640

Tradisi unik, yakni melempar uang di jalan untuk diperebutkan warga yang dikenal dengan nama Mesuryak

 

CARAPANDANG.COM - Guys jika umat Islam ada Hari Raya Idul Fitri dan umat Nasrani ada Hari Raya Natal, maka umat Hindu memiliki Hari Raya Galungan dan Kuningan. Hari raya inilah yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali setiap tahunnya. Namun, khusus bagi warga di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Tabanan, Bali, hari raya ini tidak hanya melakukan persembahyangan bersama di Pura. Mereka memiliki tradisi yang unik, yakni melempar uang di jalan untuk diperebutkan warga yang dikenal dengan nama Mesuryak. Dilansir dari Viva.co.id, Rabu (21/9/2016), tradisi ini dilaksanakan sebagai penutup rangkaian hari Raya Galungan dan Kuningan. Masyarakat Hindu Bali melaksanakan tradisi ini secara turun temurun.

Menurut kepercayaan, Mesuryak merupakan wujud rasa kegembiraan masyarakat setelah melaksanakan hari raya. Warga percaya selama hari raya, para leluhur mereka pulang ke rumah masing-masing selama sepuluh hari sejak hari raya Galungan. Mesuryak merupakan bagian dari ritual melepas leluhur agar mereka kembali ke tempatnya dengan bahagia. Sebelum menggelar tradisi ini, warga mengawalinya dengan menghaturkan sesajen di merajan (tempat sembahyang di rumah) masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan di Pura Dalem dan Puseh setempat.

Dalam pelaksanaan ritual, warga menghamburkan uang kertas atau logam, sementara warga lainnya berebutan mengambil uang. Uang tersebut menurut warga sebagai bekal para leluhur dalam perjalanan ke surga. Tradisi ini juga sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas rezeki yang dilimpahkan. Meski harus berebutan uang dan saling berhimpitan, namun warga dengan suka cita merayakan tradisi turun temurun ini.

Related Posts

You may also like

Keseruan Tradisi Lempar Uang Di Bali