Kurang Bercinta Picu Konflik Pada Orang Tua Baru

Kurang Bercinta Picu Konflik Pada Orang Tua Baru

- Umum
771

Pasangan suami istri yang tidak cukup jam bercintanya akan mengalami rasa ketidaknyamanan dan mudah sekali tersinggung, sehingga dapat meningkatkan gejolak rumah tangga dan kerap terjadi selisih paham yang pada akhirnya berujung pada perceraian.

 

SEMANGAT45.CO –  Setiap pasangan yang baru menikah pasti ingin segera memiliki buah hati, karena kehadiran si buah hati tak ubahnya dua sisi mata uang. Seorang bayi yang baru hadir di dunia itu bisa menimbulkan kebahagiaan sekaligus masalah-masalah baru  bagi pasangan. Tak jarang, masalah ini berujung pada perceraian.

Sebagian besar dari kita memandang hubungan seks dengan suami atau istri hanya sebagai kegiatan yang menawarkan kesenangan. Akan tetapi jangan salah, bercinta ternyata memiliki makna lebih dari itu.

Kurangnya waktu bercinta juga dapat menyebabkan rasa yang tidak nyaman, sering galau, dan rendah diri pada beberapa orang. Kamu mungkin mulai meragukan kemampuan kamu, penampilan kamu, kualitas kamu, kepribadian kamu, dan segala sesuatu yang lain. Untuk itu, kamu harus memiliki waktu bercinta yang pas.

Jadwalkan waktu bercinta dengan suami atau istri secara rutin untuk menambah kepercayaan diri.

Pasangan suami istri yang tidak cukup jam bercintanya akan mengalami rasa ketidaknyamanan dan mudah sekali tersinggung.

Banyak survei yang mengklaim bahwa pasangan suami istri yang jarang sekali berhubungan seks secara teratur akan cenderung sering bertengkar atau berbeda pendapat satu sama lain. Keintiman melepaskan oksitosin. Bila kamu tidak intim berdua dengan pasangan, jarak emosional dapat meningkatkan gejolak rumah tangga dan kerap terjadi selisih paham yang pada akhirnya berujung pada perceraian.

Mengutip The Independent, sebuah jajak pendapat menemukan komunikasi yang minim dan menurunnya kehidupan seks berpengaruh terhadap keharmonisan pasangan yang baru memiliki anak.

Jajak pendapat yang dilakukan ChannelMum dan The Baby Show ini melibatkan 2.000 pasangan suami-istri. Sepertiga dari responden mengaku mengalami persoalan serius setelah kelahiran anak.

Sementara seperlima di antaranya mengalami perceraian di tahun pertama setelah kelahiran si buah hati. Perceraian umumnya terjadi pada bulan keenam.

Masalah muncul benar-benar karena kurang komunikasi, ujar salah satu responden yang mengalami perceraian.

Tak hanya urusan komunikasi, 3 dari 10 responden juga mengungkapkan bahwa kehidupan seks yang menurun jadi penyebab keretakan rumah tangga.

"Kurang tidur bagi orang tua baru selama enam bulan kemungkinan besar dapat mengganggu hubungan rumah tangga. Kurang tidur, berkurangnya intensitas hubungan intim, dan adanya tanggung jawab tambahan bisa menjadi cobaan anyar bagi pasangan. Hal ini berlaku bagi hubungan yang sangat kuat sekalipun," ujar pendiri situs parenting ChannelMum, Siobhan Freegard.

Stres jadi hal yang terelakkan bagi para orang tua yang baru saja memiliki buah hati. Apalagi jika mengingat banyaknya perubahan mulai dari jam tidur, rutinitas, dan tanggung jawab.

Direktur The Baby Show, Zoe Bonser, mengatakan hal terpenting yang bisa dilakukan adalah dengan tetap mengobrol dan menyadari bagaimana perasaan masing-masing pasangan.

"Pastikan pula ada waktu berkualitas untuk berdua, juga untuk anak," ujar Bonser.

You may also like

Kurang Bercinta Picu Konflik Pada Orang Tua Baru