Lakukan Hal Ini Agar Anak Tidak Sibuk Bermain Gawai

- Umum

Belajar online selama pandemi ini menambah waktu anak untuk berlama-lama di depan layar. Ada orang tua yang merasa khawatir kesehatan mata anak mereka akan terganggu.

SEMANGAT45.CO -  Tugas berat dialami oleh para orang tua selama pandemi Covid-19. Sebab, para anak banyak menghabiskan banyak waktu di rumah bersama orang tua. Hal ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang menganjurkan  kepada  anak-anak untuk belajar di rumah, sebab kegiatan sekolah ditutup akibat pandemi ini. 

Belajar online selama pandemi ini menambah waktu anak untuk berlama-lama di depan layar. Ada orang tua yang merasa khawatir kesehatan mata anak mereka akan terganggu. Hal ini sejalan dengan hasil dari Universitas Nottingham Trent yang belum dipublikasi, bahwa sebelum pandemi ini juga  sebanyak  83 persen responden orang tua khawatir tentang waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar dan monitor.

Dilansir di laman the Conversation pada Kamis (4/6), menurut penulis penelitian yang merupakan dosen senior dari desain produk, seni, desain dan lingkungan pembangunan dari Universitas Trent Nottingham, Hyunjae Daniel Shin, pelajaran daring dan tugas sekolah berkontribusi pada peningkatan jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar. Ini tidak dapat dihindari.

Berdasarkan survei daringnya, selama karantina waktu anak bersama gamainya meningkat. Sebanyak  82 persen responden yang merupakan orang tua mengatakan demikian. Sementara 30 persen dari mereka mengatakan anak-anak memiliki tambahan empat jam atau lebih dari waktu layar yang tidak terkait sekolah per hari.

Selum adanya pandemi ini anak-anak bisa melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Misalnya mereka berjalan dari rumah ke sekolah atau sebaliknya. Mereka juga bermain dengan teman-teman mereka di taman dan pergi ke toko-toko.

Adanya pandemi dan anjuran belajar di rumah menjadi beban tersendiri bagi orang tua. Pada akhirnya, mereka tetap harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya saat bekerja di rumah.

Penelitian menunjukkan, anak-anak belajar mempelajari dan dipengaruhi oleh apa yang terjadi di sekitar mereka. Jadi, ketika orang tua berjuang untuk aktif, anak-anak dapat mengikuti. "Dukungan orang tua adalah kuncinya," tulis profesor sistem teknik intelejen dari Universitas Trent Nottingham, Amin al-Habaibeh dilansir Republika.co.

Kedua penulis juga telah melakukan penelitian untuk membantu mengurangi problematika ini. Peneliti menyarankan aktivitas olahraga sebagai cara untuk menggantikan waktu di depan layar. "Orang tua dapat menggunakan beberapa taktik untuk melakukan ini," tulis mereka.

Beberapa cara yang dimaksud antara lain orang tua diminta mengembangkan diagram atau bagan yang ditempel di dinding kamar tidur anak-anaknya. Diagram atau bagan itu berisi jadwal dan durasi waktu yang disediakan untuk berkegiatan menggunakan gawai. "Ini membantu anak-anak untuk memvisualisasikan jumlah waktu yang mereka habiskan di depan layar dan untuk mengelola dan menetapkan tujuan untuk penggunaan layar mereka," kata Amin.

Orang tua diminta untuk menjadi teladan yang baik untuk mendorong anak-anak mengurangi perilaku tidak aktif mereka sendiri. Orang tua dapat mengubah lingkungan rumah untuk mendorong gaya hidup yang lebih aktif. Salah satu caranya adalah perbanyak aktivitas fisik. Buatlah sebuah sudut yang menjadi areal latihan.

You may also like

Lakukan Hal Ini Agar Anak Tidak Sibuk Bermain Gawai