Mengenal kuliner Nusa Tenggara Timur

- Kuliner

Indonesia terdiri dari banyak pulau dan terkenal dengan ragam kuliner yang kaya akan rempah dan berbagai jenis bumbu lainnya. Keragaman rasa, mulai dari pedas, asin, gurih, dan manis berpadu harmonis, ditambah aroma-aroma rempah yang begitu menggugah selera.

SEMANGAT45.CO – Indonesia terdiri dari banyak pulau dan terkenal dengan ragam kuliner yang kaya akan rempah dan berbagai jenis bumbu lainnya. Keragaman rasa, mulai dari pedas, asin, gurih, dan manis berpadu harmonis, ditambah aroma-aroma rempah yang begitu menggugah selera.

Ada masakan kaya bumbu seperti ini tidak lazim ditemukan pada budaya kuliner di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kendati demikian, cita rasa masakan dari wilayah timur Indonesia ini tentu saja tak kalah nikmat.

Kuliner di Nusa Tenggara Timur ini memiliki karakteristik yang khas, yaitu penggunaan bumbu yang sangat minimalis, sehingga lebih menonjolkan bahan aslinya, tidak memberi banyak tambahan bumbu sebagai cita rasa sehingga membuat proses memasaknya pun sederhana saja.

Agroecosystem Program Manager dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Renata Puji Sumedi Hanggarawati menambahkan, setelah menangkap berbagai jenis ikan dari laut, masyarakat NTT tidak memberi bumbu macam-macam.

"Hanya dibakar saja, misalnya. Sehingga, rasa daging ikan laut yang manis bisa dinikmati. Itu karena ikannya segar dari laut. Atau, menu favoritnya adalah ikan kuah asam. Hanya dengan rempah jahe, lengkuas, tomat, garam, dan irisan daun jeruk, cita rasanya luar biasa,” ujar Puji dalam siaran pers yang diterima ANTARA.

Meski menggunakan bahan yang minimalis ada banyak sumber pangan di kawasan timur Indonesia. Pola konsumsi pangan lokal menjadi tradisi yang turun-temurun. Dari sumber karbohidrat, protein nabati, hingga protein hewani darat dan laut. Pangan lokal tersedia di alam dan dikelola secara arif dan tetap bergizi.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan modernisasi, kebiasaan baik itu meluntur, termasuk perubahan ke pola konsumsi instan.

"Kita perlu meyakinkan bahwa sumber pangan lokal mereka sangat bergizi dan mengajak mereka untuk kembali mengonsumsinya," kata Puji.

Dengan sosialisasi demikian, Puji berpendapat para petani akan terus menanamnya. Selain bisa dikonsumsi sendiri, petani juga bisa mendapatkan nilai ekonomi saat menjual hasil panen.

"Jenis tanamannya disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah dan terbukti adaptif. Tidak dipaksa harus menanam tanaman tertentu yang diperkenalkan dari luar,” tambah dia.

Bicara soal bahan pangan lokal, #IndonesiaBikinBangga karena jenisnya memang sangat banyak. Setiap daerah punya bahan pangan yang khas dan unik. Di NTT kamu bisa menemukan lima bahan-bahan berikut.

1. Sorgum

Beberapa tahun belakangan ini sorgum sedang naik daun. Sebab, bahan pangan ini bebas gluten, sehingga bisa menjadi solusi bagi anak berkebutuhan khusus.

"Sorgum juga merupakan sumber pangan tinggi protein. Orang yang harus mengonsumsi plant based food bisa mendapatkan protein dan karbohidrat sekaligus dari sorgum,” kata Ade.

Ade sendiri sudah mengonsumsi sorgum selama sekitar 3 tahun dan memakai sorgum sebagai pengganti nasi.

"Tekstur dan rasanya tidak jauh berbeda dengan nasi dari beras. Cara dan lama memasaknya pun sama, bisa juga dengan rice cooker. Hanya takaran airnya saja yang sedikit berbeda, tapi saran takaran air biasanya dicantumkan pada kemasan.

Di NTT terdapat banyak sekali varian sorgum yang kaya serat dan tumbuh subur di lahan kering. Dilihat dari warna sangat beragam, ada warna putih, cokelat, kuning, merah, merah marun, hingga hitam.

Seperti juga padi, ada sorgum yang perak, pulen, dan ada yang mirip ketan.

“Keberadaan sumber pangan ini tak bisa dipisahkan dari budaya. Jika sumber pangan hilang, maka budaya akan berubah atau hilang. Misalnya, Ende punya upacara Ngoa Lolo untuk sorgum.

Sorgum sudah terbukti baik bagi kesehatan. Tak hanya dikonsumsi dalam bentuk nasi, masyarakat setempat sudah membuatnya sebagai sereal. Tepung sorgum pun mereka olah sebagai bahan kue. Ada juga sorgum bunga yang bisa dibuat popgum, yaitu semacam popcorn. “Bukan hanya diambil bulirnya, batang sorgum bisa dimanfaatkan menjadi gula sorgum, atau difermentasi menjadi kecap,” kata Puji.
 
2. Jewawut

Jewawut tidak dikonsumsi sebagai pengganti nasi oleh masyarakat NTT melainkan lebih sebagai kudapan.

Rasa jewawut sendiri sebetulnya tawar, sehingga rasa akhirnya tergantung pada cara kita memberi bumbu. Serupa ketika membuat bubur kacang hijau dan ketan hitam. Manisnya karena diberi gula, dan gurihnya karena diberi santan.

Bubur dari jewawut kerap dimanfaatkan oleh masyarakat NTT untuk memulihkan kesehatan orang yang baru melahirkan, hal ini sudah dilakukan secara turun temurun. Setiap kali ada yang baru melahirkan, mereka akan membuatkan bubur jewawut, yang bentuknya seperti jali-jali.”

3. Kacang-kacangan

Siapa sangka bahwa NTT adalah surganya kacang. Masyarakat NTT terkadang mencampurkan kacang ke dalam sayuran, nasi, jagung, atau bisa juga dibuat camilan, seperti kacang goreng dan kacang rebus.

Ada kacang tanah dari Sumba, kacang hijau dari Flores Timur, kacang merah pun macam-macam. Ada kacang merah Ende, Paleo, dan Flores Timur, dengan rupa polos maupun seperti batik.

4. Daun Kelor

Daun kelor saat ini sedang naik daun karena memiliki nilai gizi yang sangat baik. Selain antioksidan yang sangat tinggi, kandungan vitamin C di dalamnya 7 kali lipat lebih tinggi daripada jeruk, sementara potasiumnya 15 kali lipat lebih banyak daripada pisang. Tak mengherankan, jika manfaatnya bagi kesehatan juga sangat besar.

Masyarakat NTT sejak lama telah mengonsumsi daun kelor, karena di sana memang banyak sekali terdapat pohon kelor. Kelor dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi gizi buruk pada anak. Angka stunting di Flores Timur cukup tinggi.
 
5. Kopi Arabika dan Robusta Flores Manggarai

Untuk tanaman sumber minuman, kopi menjadi salah satu kekhasan di NTT. Banyak daerah penghasil kopi di NTT, salah satunya Manggarai Flores. Minum kopi di rumah bagi warga Manggarai Raya, Flores, sudah menjadi sebuah tradisi.

Beberapa tahun belakangan kebiasaan minum kopi sudah menjadi ajang untuk bersosialisasi di luar rumah, termasuk di NTT.

Bagian barat Indonesia rempah dan bumbu dapur menjadi bagian terpenting dalam masakan. Namun di wilayah timur Indonesia, bahan pokok menjadi bagian utama dengan bumbu dan rempah yang sangat minimalis. Ragam kuliner ini tentu menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki ragam budaya dan kekhasan yang luar biasa dan tidak dimiliki bangsa lain.

Berita Terkait

You may also like

Mengenal kuliner Nusa Tenggara Timur