Menikmati Putihnya Pasir Timbul Meko Di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

- Jalan-jalan

Hamparan pasir timbul di tengah laut oleh warga setempat disebut sebagai Pasir Timbul Meko. Island Hopping Pulau Mekko di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur saat ini masuk nominasi Wisata Air terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

SEMANGAT45.CO – Bagi kamu yang suka dengan keindahan pantai dan jernihnya air laut, mungkin kamu perlu merencanakan untuk datang ke Flores Timur, NTT.

Pantai dengan hamparan pasir timbul di tengah laut ini lokasinya berada dekat Dusun Meko, Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Island Hopping Pulau Mekko di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur saat ini masuk nominasi Wisata Air terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

Keberadaan pulau ini menguatkan fakta bahwa NTT juga mempunyai keindahan alam yang mempersona.

Hamparan pasir timbul di tengah laut oleh warga setempat disebut sebagai Pasir Timbul Meko. Dinamai pasir timbul, lantaran terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil yang tak berpenghuni. Luasnya kurang lebih tidak sampai satu kilometer persegi. Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan.

Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur. Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam.

Namun, Keindahan Pasir Timbul Meko harus dibayar dengan perjalananan yang cukup panjang. Dari Pelabuhan Pelni Larantuka di Kota Larantuka, kita menyeberang ke pelabuhan Tubilota di Pulau Adonara. Siapkan Rp 5 ribu untuk bayar kapal motor dengan lama tempuh sekitar 10 menit.

Kemudian, melintasi Pulau Adonara. Sewa mobil jadi cara yang tepat menuju ke Meko. Lantaran minimnya transportasi umum dan jauhnya perjalanan menjadi alasan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Dusun Meko.

Dusun Meko dihuni oleh suku Bajo yang mata pencahariannya sebagai nelayan. Mereka hidup sehari-hari dari hasil tangkapan ikan. Dengan menggunakan sampan kecil, mereka menebar jaring untuk menangkap ikan.

Warga dusun Meko ini pun bisa mengantarkan ke Pasir Timbul Meko. Kamu bisa menyewa perahu nelayan lokal dengan harga Rp 400 ribu pulang pergi.

You may also like

Menikmati Putihnya Pasir Timbul Meko Di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur