Menjaga Kelestarian Tifa Sebagai Identitas Papua

- Jalan-jalan

Tifa adalah salah satu alat musik tradisional Papua, tifa yang merupakan identitas daerah dan hingga saat ini masih tetap lestari keasliannya bagi masyarakat adat Papua. Alat musik tradisonal Tifa ini cukup unik, menarik dan merupakan ciri khas dari keragaman budaya masyarakat Papua yang tidak ditemui di negara manapun.

SEMANGAT45.CO – Provinsi Papua sebagai salah satu daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak saja memiliki kekayaan sumber daya alam berupa emas, namun juga punya keragaman seni budaya yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Salah satunya adalah alat musik tradisional Tifa, yang merupakan identitas daerah dan hingga saat ini masih tetap lestari keasliannya bagi masyarakat adat Papua. Alat musik tradisonal Tifa ini cukup unik, menarik dan merupakan ciri khas dari keragaman budaya masyarakat Papua yang tidak ditemui di negara manapun.

Tifa, sebagai salah satu kekayaan alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia bagian timur telah menjadi identitas, khususnya bagi warga asli orang Papua (OAP) dan juga Maluku. Alat musik ini biasanya dimainkan oleh para laki-laki dewasa dengan cara dipukul yang menyerupai kendang.

Namun, hanya segelintir orang saja yang dapat mengetahui makna dari permainan alat musik tradisional Tifa bagi masyarakat adat Papua.

Alat musik tifa ini tidak dapat sembarang dimainkan, biasanya digunakan sebagai alat untuk mengiringi masyarakat dalam tarian-tarian baik itu dalam pesta adat, menyambut tamu atau tarian perang.

Bagi suku-suku di Papua, salah satunya suku Asmat, musik Tifa sudah seperti "oksigen" yang mereka butuhkan setiap hari untuk bernapas.

Bukan hanya bagi para suku Asmat, Tifa ini juga sudah seperti identitas bagi suku lainnya, seperti suku Malin Anim, Biak, Sentani, Timenabuan dan suku-suku lainnya di Papua. Penamaan Tifa ini juga berbeda di tiap-tiap suku.

Bagi suku Malin Anim Tifa dikenal dengan nama kandara, Biak terkenal dengan sirep atau sandio, Sentani disebut dengan wachu, di Timenabuan tifa dinamai dengan kalin kla, sedangkan di suku Asmat sendiri Tifa dikenal dengan eme.

Papua merupakan salah satu daerah yang kental dengan acara-acara ritual yang akan disandingkan dengan musik ritual sebagai pendukungnya.

Irama tabuh Tifa yang dimainkan pastinya akan terasa sangat sakral dan akan menjadi prioritas utama di setiap kegiatan yang mereka gelar.

Selain Tifa sebagai alat pengiring musik dan tarian, alat ini juga mempunyai makna sosial berdasarkan fungsi dan bentuk hiasan ukiran pada badan tifa tersebut.

Seperti pada suku Malin Anim, untuk setiap klan mempunyai bentuk dan motif serta nama tersendiri untuk masing-masing tifa. Demikian pula dengan suku Biak, Waropen.

Abraham Mebry, salah satu pengrajin Tifa asal Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura Abraham Mebry mengaku tertarik membuat Tifa karena selain hobi, juga untuk mempertahankan identitas budaya Papua.

Suara khas Tifa Papua ini lebih ringan terdengar daripada gendang. Suara ritmik yang keluar dari sebuah alat musik Tifa mempunyai keindahan sendiri.

Lindungi budaya Papua

Seiring kemajuan perkembangan zaman maka alat musik Tifa harus tetap terjaga kelestarianya, terlebih bagi generasi milenial orang asli Papua sebagai warisan tak benda kekayaan alam dan seni budaya di tanah Papua.

Pemerintah Provinsi Papua sejalan diberlakukan UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua telah mengeluarkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Nomor 19 tahun 2008 tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual orang asli Papua sebagai perlindungan, menjaga dan memelihara keaslian kekayaan intelektual budaya asli Papua.

Di masa pemerintahan Gubernur Papua Barnabas Suebu telah mengeluarkan Perdasus No 19 tahun 2008 tentang Perlindungan Hak Kekayaaan Intelektual Papua.

Perdasus tentang Hak Kekayaan Intelektual Papua ditetapkan pada 23 Desember 2008 oleh Gubernur Papua ketika itu Barnabas Suebu dan Sekretaris Daerah Papua Tedjo Suprapto sebagai bentuk proteksi untuk melindungi, menjaga dan melindungi hasil karya intelektual orang asli Papua.

You may also like

Menjaga Kelestarian Tifa Sebagai Identitas Papua