Mumpung Masih Awal Tahun, Saatnya Mengganti Logo

- Umum

Namun, jika tidak diperlukan- ya tidak usah. Karena, mengganti logo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Mumpung masih awal tahun, bila Anda berniat mengganti logo perusahaan mungkin ini waktu yang tepat. Hal tersebut diperlukan jika memang logo Anda sudah mengalami “penuaan”. Tujuannya tentu agar lebih fresh dan sesuai dengan perkembangan zaman serta agar lebih memiliki nilai jual tinggi.

Namun, jika tidak diperlukan- ya tidak usah. Karena, mengganti logo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipahami secara mendalam sebelum proses itu dilakukan.

Urusan ganti logo bukanlah proses yang sederhana dan mudah dilakukan. Karena terkait dengan tujuan di masa depan, maka prosesnya harus terencana melalui berbagai pertimbangan yang cermat dan matang.

Ini, tidak bisa tidak, harus dilakukan mengingat logo bukanlah sekadar lambang yang dipajang di papan atau kartu nama. Lebih dari itu, sebuah logo merupakan bagian penting dari fondasi image branding perusahaan.

Jika berencana ingin mengganti logo, berikut beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam mendesain logo perusahaan:

Pertama, ketika mendesain logo, janganlah terpaku pada sesuatu yang keren. Buatlah sebuah logo klasik yang bisa tumbuh bersama perusahaan, yang bisa dipertahankan untuk waktu yang lama.

Sekali terpampang di kartu nama atau papan nama, kita tidak bisa tiba-tiba seenaknya mengganti logo tersebut lantaran bosan atau karena semua orang memakai style yang sama. Ingat, klien dan konsumen Anda mencari bisnis yang berumur panjang dan image yang stabil.

Kedua, Cobalah menemukan sesuatu yang unik agar logo Anda tampak menonjol. Ini bisa didukung oleh tagline yang tidak biasa untuk membedakan diri dari kerumunan. Nike adalah logo yang sangat sederhana tapi sangat menonjol dengan tagline “Just Do It”.  Begitu juga logo buah apelnya Apple. Sederhana tapi powerful.

Ketiga, buatlah desain yang menarik dilihat. Beberapa warna tertentu membangkitkan minat konsumen, sementara yang lain menimbulkan emosi lain yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, warna merah dianjurkan untuk membuat orang merasa bersemangat atau marah, oranye dikatakan untuk mewakili sesuatu yang murah, biru melambangkan kejujuran dan integritas, sementara warna netral mewakili stabilitas.

Keempat, jangan memilih tampilan yang liar dan gila, hanya karena ingin tampil beda, kecuali itu memang sangat cocok dengan gaya bisnis anda.

Kelima, pastikan logo Anda readable (mudah dibaca). Perlu diingat kita memakai logo bukan secara pribadi, tapi secara publik. Fungsi logo adalah membungkus identitas dan kepribadian perusahaan, sehingga dengan melihatnya saja orang akan tahu apa arti perusahaan itu bagi mereka.

Selamat mengutak-atik logo Anda. A logo is a symbol. An identifier. But it’s not a brand. (cus)

You may also like

Mumpung Masih Awal Tahun, Saatnya Mengganti Logo