Tim Indonesia SMP Merengkuh Prestasi Membanggakan di Expo Science Mexico 2017

Tim Indonesia SMP Merengkuh Prestasi Membanggakan di Expo Science Mexico 2017

- Motivasi
1495

Terdapat lima penghargaan nilai tertinggi tanpa peringkat untuk kategori penelitian internasional, dan dua diantaranya direbut Indonesia.

 

CARAPANDANG.COM - Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan prestasi pelajar Indonesia ketika berkompetisi di tingkat internasional. Hal itu bisa dilihat pada kiprah tim Merah Putih di kompetisi internasional Expo Science Mexico (ESM) 2017 yang berlangsung di La Paz Baja, Meksiko pada 5-9 Desember 2017. Terdapat lima penghargaan nilai tertinggi tanpa peringkat untuk kategori penelitian internasional, dan dua diantaranya direbut Indonesia. Expo Science Mexico 2017 diikuti lebih dari 1.400 peserta dengan 11 negara peserta.

Ini adalah kali pertama pelajar Indonesia di jenjang SMP dikirim oleh pemerintah untuk mengikuti lomba penelitian tingkat internasional. Kali pertama yang langsung berbuah manis. Mereka yang dikirim merupakan para juara di Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) SMP Tahun 2017 yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada 9-13 Oktober 2017.

Maka boleh dibilang Zidni Naura, Isyfi Hayati, Reynard Adrian Simanjuntak, Christopher Marcellino, Muhammad Hanif Wicaksono, Muhammad Raditya Rizqia Ramadhan merupakan para pionir pelajar SMP Indonesia untuk lomba penelitian tingkat internasional.

“Pertama melihatnya sangat terintimidasi ya. Karena ini kompetisi juga, saya tahu akan berkompetisi dengan mereka. Karya mereka luar biasa semua, bagus-bagus dan keren-keren,” kata Reynard Ardian Simanjuntak di Terminal 3 bandar udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin malam (11/12).

“Kalau dilihat kebanyakan bahasanya Spanyol. Kita sempat tanya-tanya sih ke beberapa. Ada yang tentang energi alternatif, bahan bangunan dari sampah kertas, tentang sekitar alamnya di Meksiko – di pantai-pantainya ada masalah, mereka mengatasinya,” tambah Reynard tentang Expo Science Mexico 2017 yang diikuti oleh negara Indonesia, Italia, Chili, Afrika Selatan, Paraguay, Brasil, Argentina, Rusia, Meksiko, Ekuador, dan Kolombia.

Dengan konsep pameran, maka tanya jawab tak terhindarkan baik dengan juri ataupun masyarakat yang berkunjung. Uniknya para peserta tidak mengetahui secara pasti siapa gerangan yang menjadi juri di event tersebut.

“Jurinya nggak tahu banyaknya. Di setiap bidang lebih dari 2, 3 orang. Kita nggak tahu jurinya yang mana, mereka asal keliling juga. Ini juri kita atau bukan. Ini juri yang nilai kita atau nggak. Yang pasti jawabnya semuanya sama. Sama-sama serius,” ungkap Christopher Marcellino seperti dilansir situs ditpsmp.

Di Expo Science Mexico 2017, tiap peserta diwajibkan membuat poster ilmiah. Poster ilmiah itu maksudnya mengaktualisasikan dari sekian banyak halaman riset itu ke dalam satu poster. Poster ilmiah harus menarik dan informatif. Dalam membuat poster ilmiah inilah tantangan tersendiri dihadapi Reynard dan Christopher. Tantangan yang akhirnya bisa mereka taklukkan karena terbukti siswa SMP Stella Duce 1 Yogyakarta ini berhasil meraih Outstanding International Project di Expo Science Mexico 2017.

“Dalam membuat poster ilmiah kesulitan pasti ada. Dari rencana kita ngerancang poster yang awal banyak revisi, revisi, itu pun masih banyak ada yang salah. Revisinya numpuk terus. Yang paling masalah adalah waktu,” tutur Christopher yang bersama timnya berhasil meraih medali emas bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) 2017.

Related Posts

You may also like

Tim Indonesia SMP Merengkuh Prestasi Membanggakan di Expo Science Mexico 2017