Anak-anak Bisa Juga Stres, Kenali Gejalanya

- Umum

Stres bisa saja dialami oleh siapa saja baik orang tua maupun oleh anak-anak, hal ini bisa disebabkan apa saja termasuk terlalu lama berada di rumah karena WFH bagi orang tua karena disamping memikirkan pekerjaannya sendiri juga dihadapkan pada permasalahan keluarga atau anak merasakan hal yang sama karena terlalu lama tidak sekolah secara tatap muka sehingga menjalani belajarnya di rumah.

SEMANGAT45.CO – Stres bisa saja dialami oleh siapa saja baik orang tua maupun oleh anak-anak, hal ini bisa disebabkan apa saja termasuk terlalu lama berada di rumah karena WFH bagi orang tua karena disamping memikirkan pekerjaannya sendiri juga dihadapkan pada permasalahan keluarga atau anak merasakan hal yang sama karena terlalu lama tidak sekolah secara tatap muka sehingga menjalani belajarnya di rumah. Anak yang mengalami stres cenderung orang tua tidak menyadarinya bahkan mengabaikannya.

Psikolog klinis anak dan keluarga dari Halodoc, Samanta Elsener mengatakan bahwa anak tidak seperti orang dewasa yang dapat mengungkapkan perasaannya dengan mudah. Oleh karenanya, orangtua harus peka terhadap perubahan perilaku anak.

"Kita benar-benar harus bisa melihat dari perilakunya, apa yang berubah dari anak," ujar Samantan dalam webinar "Healthy Kids Healthy Family" pada Sabtu.

Gelaja umum yang menunjukkan anak mengalami gangguan kesehatan mental di antaranya adalah emosi naik-turun, tidak mau sekolah (jika sudah usia sekolah), demotivasi, pola tidur berubah dan tiba-tiba pilih-pilih makanan.

Di sini, peran orangtua adalah memastikan bahwa kebutuhan anak bisa terpenuhi dan emosinya tersalurkan. Orangtua juga harus bisa berkomunikasi dengan anak dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami.

"Mau enggak mau ya orangtua harus jeli melihat kebutuhan anak, anak butuhnya apa sih, apakah kalau cranky aja kita udah bisa kita klasifikasikan sebagai anak yang lagi stres atau dia mengalami fase-fase sensory meltdown (tantrum) atau kelebihan informasi-informasi yang diproses di otak tengah," kata Samanta.

Samanta juga menyebutkan beberapa gejala lain yang lebih berat saat anak mengalami gangguan kesehatan mental seperti mulai ngompol padahal sudah lulus toilet training hingga melakukan sleep walking atau tidur berjalan.

"Itu indikasi ada kecemasan yang dirasakan oleh anak dan mengganggu dirinya. Lalu ada juga kondisi-kondisi yang mereka banting-banting barang, biasanya enggak pernah terus sekarang banting barang," ujar Samanta.

Jika beberapa gejala di atas dialami oleh anak, maka orangtua disarankan untuk melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater.

"Tantangan-tantangan ini tidak hanya dialami oleh para orangtua di situasi pandemi. Orangtua sebaiknya mencari informasi terus, jangan yang enggak akurat tapi yang valid. Kalau dirasa informasinya kurang tolong jadwalkan dengan ahlinya agar bisa mendapatkan penanganan yang sesuai," katanya.

Berita Terkait

You may also like

Anak-anak Bisa Juga Stres, Kenali Gejalanya