Dua Kiat Acen Bagi Para Perintis Usaha Bermodal Kecil Untuk Mulai Berbisnis

- People

Bagi kamu yang baru akan memulai berbisnis dan hanya memiliki modal kecil dan terbatas, mungkin kiat dari Acen yang sukses berusaha dalam bidang rumput gandum bisa kamu terapin. Ada Dua kiat yang Acen bagikan untuk para perintis usaha yang bermodal kecil, kiat pertama adalah berani mengambil langkah untuk memulai usaha, dan kiat kedua memilih produk atau pun jasa yang akan dijajakan berasal dari sekitar kita. Kiat kedua bagi pengusaha yang baru mau merintis usahanya, Acen menyarankan agar memilih produk atau pun jasa yang akan dijajakan berasal dari sekitar kita.

SEMANGAT45.CO – Sebagai seorang karyawan dengan jabatan sebagai manajer di tempatnya bekerja, Acen (33)  tidak membuat dirinya bersemangat untuk menggapai posisi lebih tinggi lagi. Namun keadaan seperti ini membuat Acen mengalami titik jenuh sebagai seorang karyawan kantoran, hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2020 dia memutuskan untuk berhenti bekerja walaupun posisinya sudah lumayan bagus.

Setelah berhenti bekerja Acen memulai mencari peluang usaha baru, karena belum pengalaman membuka usaha maka dia berkongsi dengan temannya untuk membuka usaha kulineran ayam penyet namun hal ini tidak berhasil.

Kemudian dia mencoba menjual jasa untuk menyiapkan perjalanan ke Annapurna, salah satu gunung tertinggi di dunia di pegunungan Himalaya, namun rupanya hanya bisa dilakukan di musim-musim tertentu.

Sebagai pecinta kucing Acen juga mencoba bergabung dengan temannya sebagai pemilik toko pemeliharaan hewan, namun kegagalan kembali menghampirinya, hingga pada akhirnya membuka usaha sendiri hanya dengan modal Rp50.000.

Acen tidak menyangka kecintaannya pada kucing justru membawanya menjadi petani rumput gandum di Ibu Kota. Rumput gandum atau biasa dikenal "wheatgrass" ini dikonsumsi kucing dan ternyata mampu mengantarkannya bertahan hidup di tengah pandemi COVID-19.

Berawal dari dari kucing pertamanya, Tino yang sempat muntah-muntah, kemudian saat dia berselancar di dunia maya, ternyata dia menemukan, rumput gandum yang rupanya bagus untuk pencernaan kucing.

Berangkat dari pengalaman itu lah, ia sadar ada potensi yang bisa dikembangkan menjadi petani rumput gandum modern di tengah perkotaan atau pertanian perkotaan (urban farming). "Karena kebanyakan yang dijual secara daring itu cuma bibitnya bukan rumputnya,” ujar Acen menceritakan titik awal perjalanan karirnya menjadi petani rumput gandum.

Butuh waktu berbulan- bulan bagi Acen meriset cara memaksimalkan potensi biji rumput gandum untuk kucing, ia mencoba berbagai media tanam mulai dari tanah hingga kapas, lalu ia pun mencoba berbagai ragam metode penyiraman agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Ia membeli satu kilogram biji gandum untuk memulai bisnisnya dengan modal Rp50.000. Sebanyak 500 gram biji rumput gandum pun dihabiskannya dalam waktu lebih dari 30 hari itu untuk mendapatkan metode terbaik menghasilkan tanaman segar dengan nama ilmiah Tritucum aestivum itu.

Bermula dari riset- riset dan 'trial-error' (coba dan gagal), akhirnya Acen memutuskan bikin paket DIY (Do It Yourself) menanam rumput gandum dan juga rumput gandum yang sudah siap konsumsi untuk memulai bisnis kecil-kecilan itu yang bermodal Rp 50.000.

Setelah berhasil menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan tanaman rumput gandum dengan kualitas terbaik, akhirnya diapun menjajakannya lewat toko daringnya dengan nama "Kekucingan".

Berbekal dari pengalaman kerjanya ngantor selama hampir satu dasawarsa, Acen pun menjadikan ‘Kekucingan’ sebagai nama tokonya tapi juga sebagai penanda untuk barang-barang yang dikembangkannya lewat riset.

Di bawah nama Kekucingan, bisnis rumput gandum miliknya jadi laris manis dan hingga akhir Februari 2021 produknya masuk dalam ketegori penjualan terpopuler di salah satu platform toko daring.

Ia tak pernah menyangka dari modal puluhan ribunya itu, dalam waktu lima bulan kini pemasukannya sebagai pengusaha sudah melebihi gajinya saat terakhir kali menjadi pegawai kantoran berpangkat manajer.

Terus berinovasi

Meski sudah melebihi pemasukannya saat menjadi manajer dengan pola kerja dari pukul sembilan pagi hingga lima sore, Acen tak lantas berhenti untuk melebarkan sayap dalam bisnis perawatan kucing.

Inovasi menjadi salah satu hal yang ditekuni pria berusia 33 tahun itu agar dapat mendorong kesuksesan bisnisnya sebagai petani rumput gandum untuk kucing.

Ia yang awalnya hanya menjual paket DIY rumput dengan pot hitam, lantas menambahkan beberapa variasi warna pot lainnya seperti kuning dan putih agar dapat mendongkrak penjualan.

Ia pun terus menambah produk- produk baru khas Kekucingan untuk mendorong kesuksesan bisnisnya sebagai petani rumput gandum untuk kucing itu.

Beberapa produk yang dikembangkannya tak berkutat untuk menyokong kesehatan kucing, tetapi mulai juga untuk produk suplemen untuk menambahkan nafsu makan, minyak ikan dan minyak kelapa murni untuk kesehatan bulu kucing, hingga yang terbaru sampo dan parfum untuk menjaga kebersihan bulu kucing. Saat ini sudah ada 1 500 produk bisa terjual dalam setiap bulannya untuk membantu para pemilik anak bulu menjaga kesehatan kucingnya.

Satu hal yang mungkin bisa ditiru oleh para perintis usaha bermodal kecil dari Acen adalah sikapnya yang tidak ragu untuk berbagi produk baru kepada teman-temannya agar bisa mendapatkan umpan balik berupa ulasan atau masukan dan juga kritikan.

Kiat perintis 

  Berbekal dari pengalaman jatuh bangunnya dalam memulai usaha, Acen pun menyisipkan dua kiat bagi para perintis usaha yang bermodal kecil lainnya untuk mulai berbisnis.

Kiat pertama yang dibagikannya adalah berani mengambil langkah untuk memulai usaha. "Mulai saja dulu, aneka halangan dan tantangan pasti ada, itu nanti bisa diselesaikan sambil jalan," katanya.

Kiat kedua bagi pengusaha yang baru mau merintis usahanya, Acen menyarankan agar memilih produk atau pun jasa yang akan dijajakan berasal dari sekitar kita.

Ia mencontohkan dirinya sendiri, dengan mengetahui kebutuhan pemilik kucing buktinya ia bisa memaksimalkan produk yang sebelumnya memang sudah ada di pasaran namun dapat diolah menjadi lebih baik lagi dan memenuhi kebutuhan pasarnya.

“Kalau memang bingung mau mulai dari mana, ya mulai aja dari yang paling dekat dan kita kuasai. Kenapa? Karena selain menghadirkan solusi untuk diri sendiri ya bisa bermanfaat juga buat orang lain dengan masalah yang sama,” tutup Acen.

Ia berharap dengan sedikit kiat yang dibagikannya semakin banyak orang yang sebelumnya ragu untuk membangun cita-cita menjadi pengusaha dapat terinspirasi dan mengambil langkah serupa dengan dirinya.

Menjadi pengusaha itu minimal menjadi bos bagi diri sendiri dan secara tidak langsung ikut menggerakkan roda perekonomian di Ibu Kota.

You may also like

Dua Kiat Acen Bagi Para Perintis Usaha Bermodal Kecil Untuk Mulai Berbisnis