Kata Siapa Berteman Harus Dengan Siapa Saja? Berteman Harus Pilih-pilih!

- Words

Omong kosong jika kamu harus berteman dengan siapa saja. Omong kosong jika kamu tidak boleh pilih-pilih teman. Kenyataannya, teman itu harus pilih-pilih.

SEMANGAT45.CO - Omong kosong jika kamu harus berteman dengan siapa saja. Omong kosong jika kamu tidak boleh pilih-pilih teman. Kenyataannya, teman itu harus pilih-pilih. Terutama yang kasih dampak positif ke kamu. Kalau kenalan, harus dengan siapa saja.

Loh, apa bedanya kenalan dengan teman? Kenalan belum tentu jadi teman, tapi teman sudah pasti kenalan.

Teman itu adalah orang-orang di sekitar kamu yang berinteraksi dengan kamu dan keberadaan mereka dapat mempengaruhi pola pikir dan kebiasaan kamu.

Gak ada istilahnya orang sukses berteman dengan pemalas. Nggak ada istilahnya orang bijak berteman dengan orang dungu. Tapi jika kenalan, semua harus mau kamu kenali. Dan kamu juga harus mau kenalan dengan siapa saja. Tak peduli orang kaya, miskin, bijak, sukses, bangkrut, kamu tidak boleh pilih-pilih kenalan. Semua harus kamu kenali.

Tapi soal teman, harus selektif. Sudah banyak kejadian orang baik-baik berubah jadi buruk karena berteman dengan orang-orang berandal. Dan ada juga preman yang berubah jadi tobat karena berteman dengan orang-orang yang hobby mengaji dan mendalami agama.

Teman dapat memberikan pengaruh baik atau buruk kepada kamu. Jika kamu ingin sukses, bertemanlah dengan orang-orang sukses. Jika kamu ingin jadi pengusaha, bertemanlah dengan pengusaha juga. Jika kamu ingin menjadi ulama, bertemanlah dengan kyai dan ustad. Begitu juga jika kamu ingin menjadi ilmuwan, maka bertemanlah dengan orang yang hobby meneliti.

Sayangnya banyak di antara kamu yang sulit meninggalkan pertemanan lama yang kurang munguntungkan.

Kamu pengen sukses tapi mainnya sama orang-orang pemalas yang tak bisa kerja keras. Kapan suksesnya?

Kamu pengen pinter tapi mainnya sama orang-orang yang malas belajar. Kapan jadi pinter? Tambah bodoh iya.

Kamu pengen kaya tapi berteman dengan orang-orang yang hedon, boros,dan BPJS (Budget Pas-Pasan Jiwa Sosialita). Kapan bisa nabung kalau uangnya dibuat hal yang tak perlu terus-terusan?

Ya kamulah yang harus tegas mengeluarkan diri kamu dari pergaulan yang kurang baik. Pelan-pelan tinggalkan teman-teman kamu yang buruk dan carilah teman baru yang mampu memberikan dampak yang baik. Berteman dengan teman yang memberikan pengaruh buruk itu semacam pelihara benalu dalam tubuh. Tak terasa tapi dia menggerogoti kualitas hidup kamu.Tahu-tahu sudah jadi kurus dan tak berguna.

Hal senada juga berlaku di sosial media. Banyak orang-orang yang jadi provokator, tukang nyinyir, dan penebar kebencian di social media. Berteman dengan mereka bukannya bikin kamu terinspirasi untuk maju, malah bikin emosi kamu teraduk-aduk dan ujung-ujungnya sibuk berdebat dan menurunkan mood.

Akhirnya kinerja seharian jadi tidak produktif cuma gara-gara habis baca postingan orang yang lagi nyinyir.

Jika bertemu orang semacam ini, segera saja UNFOLLOW. Sosmed harusnya menjadi ladang inspirasi, canda, dan berbagi ilmu yang bermanfaat. Bukan ajang debat ngotot-ngototan .

Add orang-orang yang konsisten memberikan inspirasi positif dan langsung UNFOLLOW orang-orang yang memberikan dampak negatif di media sosial.

Gak usah ngotot mempertahankan teman yang berakhlak buruk. Lebih baik kamu fokus memperbaiki diri dan memperbanyak berteman dengan orang-orang positif.

Berita Terkait

You may also like

Kata Siapa Berteman Harus Dengan Siapa Saja? Berteman Harus Pilih-pilih!