Rencanakan Liburan Bersama Keluarga Tercinta

- Jalan-jalan

Perencanaan matang jadi kunci kelancaran liburan keluarga, orangtua disarankan untuk merencanakannya secara matang dengan memikirkan juga apa yang disukai buah hati agar wisata jadi menyenangkan.

SEMANGAT45.CO – Liburan perlu dilakukan untuk mengurangi kejenuhan dari rutinitas yang selama ini digeluti, saat ini banyak yang bekerja dari rumah atau orang sebut dengan WFH ( Work From Home ) karena adanya peraturan pemerintah yang memberlakukan PPKM Darurat.

Saat akan melakukan liburan, pastikan orang tua merencanakannya secara matang karena dengan perencanaan yang baik akan menjadi kunci kelancaran liburan keluarga, orangtua disarankan untuk memikirkan juga apa yang  disukai buah hati atau jika perlu tanyakan wisata seperti apa yang diinginkan oleh anak sehingga wisata jadi menyenangkan.

Travel influencer dan pendiri Travel Sparks, Nila Tanzil, mengatakan pertimbangan utama ketika merencanakan liburan adalah apa yang disukai anaknya yang kini berusia enam tahun.

"Hal tersebut dapat dilihat dari daya ketertarikan anak. Pengetahuan tersebut dapat menjadi fondasi dalam menentukan destinasi wisata. Contohnya, karena anak saya suka berenang, maka saya sering mengajak ke pantai dan danau. Tidak hanya menikmati lautan, tetapi anak saya dapat belajar mengenai pengetahuan pelestarian bahari," kata Nila dalam webinar perencanaan liburan, dikutip dari siaran resmi tiket.com.

Kiat lainnya yang dibahas dalam webinar itu adalah merencanakan liburan yang bertujuan untuk memperkuat ilmu pengetahuan anak-anak. Misalnya berkunjung ke kebun binatang, museum atau monumen bersejarah, hingga ke planetarium demi mengasah pengetahuan dan edukasi anak.

Gaya belajar anak berbeda satu dengan lainnya, ada yang lebih gemar belajar lewat mendengarkan, ada yang lebih tertarik melihat gambar, ada yang semangat belajar jika bersentuhan langsung dengan objeknya, dan ada juga yang memilih gaya belajar yang melibatkan fisiknya alias sambal bergerak kesana kemari.

Tugas sebagai orang tua adalah mengarahkan anak agar menikmati proses belajar mereka, apapun pilihan gaya belajar anak. “Misalnya seperti anak saya yang seorang visual learner, pengalaman melihat langsung binatang di kebun binatang, yang tadinya hanya dia lihat di buku, akan berkesan di benak anak-anak, sehingga mereka lebih mudah dalam menyerap ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai,” lanjut Nila.

Nila membagikan tips berdasarkan pengalaman pribadi, yakni mempertimbangkan jumlah kegiatan per hari bila liburan bersama anak-anak. Dia menyarankan dua hingga tiga aktivitas per hari mengingat anak butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan sebuah destinasi.

"Jika terlalu banyak acara atau lokasi kunjungan, maka anak-anak akan gampang lelah dan rewel. Itulah sebabnya, merencanakan kegiatan bersama anak-anak harus lebih santai”.

Protokol kesehatan yang ia terapkan bersama keluarga ketika sudah boleh bepergian adalah menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, membawa masker cadangan, menyimpan masker wajah, menyiapkan hand sanitizer dan disinfectant spray untuk anak-anak, kemudian bisa juga membawa peralatan makan sendiri.

Selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah meminta pegiat usaha ekonomi kreatif memanfaatkan momen untuk memperbaiki dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainability).

Pemerintah telah memberlakukan protokol kesehatan berbasis pada CHSE untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, toilet umum, penjualan oleh-oleh dan lainnya.

Sertifikat CHSE ini dibuat untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan kembali berkunjung ke tempat wisata karena artinya tempat tersebut sudah dapat pengakuan telah memenuhi standard kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. 

Sertifikasi CHSE ini juga merupakan sebuah upaya untuk membantu membangkitkan kembali para pelaku pariwisata kembali berjaya seperti sebelumnya. Tidak hanya untuk pemulihan industri pariwisata, tetapi juga untuk pemulihan perekonomian Indonesia.

Berwisata dengan standart CHSE ini, maka para wisatawan tetap merasa aman saat liburan walaupun pandemi masih berlangsung.

You may also like

Rencanakan Liburan Bersama Keluarga Tercinta